Surat Seorang Koruptor Kepada Istrinya

Oleh: Herman Syahara *

Mama yang tercinta
Sejak vonis memisahkan kita
Di sini papa baik-baik saja
Para sipir berebut menyambut dengan ramahnya
Kepala rumah tahanan kirim salam segala
“Jangan galau. Sudah saya siapkan kamar senyaman rumah Saudara,” katanya.

Benar juga
AC tak henti mendinginkan ruangan
Kulkas padat berisi minuman
Kasur empuk terhampar di sudut ruangan
Televisi menyajikan berita dan hiburan
Kalau sakit boleh berobat ke dokter langganan

Ma, jangan cemaskan
Di sini papa merasa lebih dekat dengan Tuhan
Sembahyang tak pernah terlewatkan
Berdoa dan menderas kitab suci jadi langganan
Juga membantu sesama tahanan yang kesulitan

Ma, jangan berduka
Di sini tak beda dengan di kantor Papa
Bisnis masih berjalan as usually alias seperti biasa
Bisa terima tamu kapan saja
Kolega dan teman separtai pun masih datang menyapa
Bahkan ada yang minta bantuan dana
Untuk biaya mencalonkan diri jadi anggota dewan katanya

Ma, sekian dulu surat dari Papa
Kalau mau membesuk esok lusa
Kenakan daleman dengan warna favorit jingga
Biar kita bisa melepas kangen sepenuh jiwa
Karena di sini tersedia bilik sewa untuk bercinta

NB:
Jangan lupa amankan uang simpanan kita
Ambil sebagian untuk pengacara
Serta membayar fasilitas di penjara
Agar masih tersisa untuk tabungan hari tua

Related Posts



No comments:

Popular Posts